Jangan Banggakan Dosa, Tutupilah Aibmu Wahai Muslim
Jangan Banggakan Dosa, Tutupilah Aibmu Wahai Muslim
Di zaman media sosial ini, banyak orang secara sadar mengumbar aib dan dosa mereka kepada publik. Padahal, dalam Islam, hal itu bukan hanya dilarang, tapi
_Selengkapnya Jangan Banggakan Dosa, Tutupilah Aibmu Wahai Muslim
Di zaman media sosial ini, banyak orang secara sadar mengumbar aib dan dosa mereka kepada publik. Padahal, dalam Islam, hal itu bukan hanya dilarang, tapi juga menunjukkan kurangnya rasa malu kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Dosa bukan untuk dipamerkan, tapi untuk disembunyikan dan disesali.
Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda:
“Setiap umatku akan diampuni, kecuali mereka yang terang-terangan (berbuat dosa). Di antara bentuk terang-terangan adalah seseorang yang berbuat dosa di malam hari, lalu di pagi harinya ia berkata, ‘Wahai Fulan, tadi malam aku melakukan ini dan itu,’ padahal Allah telah menutupi dosanya semalaman, namun ia justru membuka tutupan Allah itu sendiri.”
(HR. Al-Bukhari dan Muslim)
Hadits ini memperingatkan kita agar tidak menjadi orang yang mengungkap sendiri dosa yang Allah tutupi.
Fenomena yang Terjadi Saat IniBanyak orang tanpa malu memamerkan maksiat di media sosial—baik berupa ucapan, perbuatan, maupun gaya hidup yang menyimpang dari ajaran Islam. Seolah-olah bangga padahal sejatinya sedang membuka aib sendiri. Ini adalah bentuk penyimpangan yang harus dihindari.
Sebagai Muslim, kita tidak boleh ikut dalam arus ini. Tidak semua yang viral itu benar. Jangan banggakan maksiat. Jangan ikut-ikutan menormalisasi dosa.
Menutup Aib Adalah Akhlak Mulia
Islam mengajarkan kita untuk menjaga kehormatan diri dan orang lain. Bukan hanya tidak membuka aib sendiri, tetapi juga menutupi aib sesama Muslim.
Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda:
“Barangsiapa menutupi aib seorang Muslim, maka Allah akan menutupi aibnya di dunia dan di akhirat. Dan Allah senantiasa menolong seorang hamba selama ia menolong saudaranya.”
(HR. Muslim)
Mari kita jaga diri kita dan saudara kita. Saling menjaga, bukan saling membuka aib. Saling menasihati dalam kebaikan, bukan menyebar keburukan.
Malulah kepada Allah.
Jagalah kehormatan diri dan oranglain.
Gunakan media sosial untuk menebar kebaikan, bukan kemaksiatan.
Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala menjaga hati, lisan, dan jari-jari kita dari perbuatan sia-sia. Aamiin Ya Rabbal ‘Alamin.

